Review Pemakaian dan Detail Helm AGV K3

C360_2014-02-15-08-09-58-291

donnyprabowo – Masbro sekalian diartikel kali ini, saya mau mereview dan memberikan detail informasi mengenai helm yang baru saja saya beli sebagai teman dari helm fullface saya sebelumnya KYT V2R Sentul Circuit Edition, yaitu helm AGV seri K3.. Bagaimana impresinya, cekidot masbro..

Helm AGV K3 sendiri merupakan varian helm entry level dari AGV. Walaupun berstatus entry level namun secara kualitas terjamin oleh AGV nya masbro. AGV sendiri memiliki beberapa seri untuk helm fullface mereka, dari seri K3 sampai edisi helm yang menjadi top line dari AGV, yakni varian AGV  GP Pista yang sekarang dipakai oleh si legendaries MotoGP, Valentino Rossi..

Helm AGV K3 memiliki grafis tampilan helm yang terinspirasi dari grafis helm The Doctor. Yang paling banyak dicari adalah grafis helm Rossi Five Continents yang dipakai oleh Kang Taufik TMCBlog saat melakukan test Kawasaki Ninja RR Mono 250 di sirkuit Sentul baru-baru ini. Saya sendiri memakai AGV K3 dengan grafis Rossi 46 masbro..

tmcblog_test_ninja_rr_mono9

Bentuk Fisik Helm Keseluruhan

C360_2014-02-15-08-11-43-551

Secara bentuk fisik, helm AGV K3 cenderung dibuat melandai dibagian belakang helm masbro. Hal ini dilakukan dengan tujuan melancarkan efek airflow saat digunakan dalam kecepatan tinggi, sehingga hambatan angin yang menerpa helm secara langsung tidak terlalu besar dampaknya untuk stabilitas kepala. Dan saya sudah coba sendiri ketika melakukan test ride KTM Duke 200 yang melaju diatas 115 km/jam, kepala tetap terasa enteng untuk digerakan walaupun terkena terpaan angin langsung ke helm.

Busa Helm

Saat pertama kali mencoba, busa helm AGV K3 benar-benar menekan pipi dan bagian telinga. Bisa dilihat foto Kang Taufik ketika mengendarai Kawasaki Ninja Mono RR, terlihat bukan busa pipi menekan bagian pipi Kang Taufik. Pengalaman ini berbeda ketika saat pertama kali mencoba helm KYT, yang pada saat itu dirasakan menekan juga namun tidak sekencang kali ini. Sempat terpikir oleh saya apakah saya salah memilih ukuran helm ini. Dan ternyata tidak masbro, helm ini benar-benar pas untuk ukuran kepala saya.  Untuk urusan busa, busa helm AGV K3 cukup lembut saat menempel langsung kekulit. Ditambah warna busa yang cenderung biru malam, kotoran yang menempel pun tidak terlalu terlihat, yaa siapa tahu masbro lagi malas mencuci helmnya sehingga helm tidak terlalu nampak kotor.. 😀

DSC_0254

Sedikit informasi buat masbro sekalian yang paling penting saat memilih sebuah helm adalah usahakan helm berasa tidak longgar dan tidak terlalu menekan kepala masbro sekalian yang dapat membuat kepala terasa pusing bila dipakai dalam waktu yang lama. Busa helm saat kondisi pertama dipergunakan memang terasa sangat menekan karena busa belum menyesuaikan kondisi kontur kepala kita. Namun berjalannya waktu busa secara otomatis menyesuaikan ukuran kepala kita sehingga terasa nyaman saat dipergunakan.. Dan saat pertama kali mencoba helm, coba goyangkan kepala kekiri dan kekanan serta menganggukan kepala keatas dan kebawah. Usahakan tidak ada gerakan helm yang terjadi, kalaupun ada paling tidak gerakan yang terjadi sedikit saja. Hal ini bertujuan saat terjadinya impact antara helm dan permukaan jalan apabila terjadi kecelakaan, busa dapat meredam benturan dengan maksimal sehingga dapat mengurangi resiko luka pada bagian kepala..

Visor

DSC_0257

Helm AGV K3 saat pembelian pertama kali hanya dibekali oleh visor bertipe clear. Namun AGV mempunyai beberapa opsional pilihan visor, yakni smoke visor, iridium blue visor, iridium silver visor, dan rainbow visor. Visor AGV K3 sendiri belum berfitur pin lock dan anti fog system. Namun fitur tersebut bisa ditambahkan pada visor. Dan dari dalam helm, pandangan keluar cukup luas dan nyaman. Tidak terjadi bias cahaya yang berlebihan apabila berselisih dengan kendaraan lain. Untuk ukuran visor sendiri cukup tebal dan dirasa cukup untuk menahan impact yang terjadi.

(Tips membersihkan visor : visor helm terbuat dari polycarbonate, sehingga berisiko bila membersihkan visor menggunakan pembersih yang mengandung alkohol.. Visor sebaiknya dibersihkan menggunakan air yang mengalir sehingga kotoran yang kering dipermukaan visor dapat melunak dan tidak melukai visor dan dapat dicuci dengan menggunakan sabun atau shampoo, kalau saya pribadi menggunakan sabun cuci piring seperti sunl*ght karena sifat sabun yang tidak mengadung basa yang berlebihan. Visor baret halus terjadi karena kotoran yang mengering pada permukaan helm ikut tersapu dengan lap pembersih yang menyebabkan visor menjadi baret halus. Dan saat setelah pencucian, helm bisa di lap menggunakan lap microfiber yang memiliki serat-serat halus sehingga aman untuk permukaan visor helm)

Tali Pengikat Helm

Tali pengikat helm AGV K3 sendiri sebenarnya terdiri dari 2 macam model, yakni model Double D-Ring (model cincin simpul) serta model microlock dan kebetulan helm AGV K3 yang saya miliki menggunakan tipe pengikat Doubel D-Ring. Masing-masing tipe pengikat helm memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Tipe Double D-Ring memiliki tingkat safety lock yang paling tinggi dari tipe klik maupun microlock. Karena tipe Double D-Ring membuat ikatan helm menjadi seperti simpul yang kalau boleh dibilang cukup sulit dilepas paksa dan cukup praktis untuk mengencangkan ikatan, hanya tinggal tarik dan sesuaikan kembali ikatan simpul,  namun dibalik kelebihan itu kekurangannya adalah tidak efisien dalam waktu pemasangan (kalo terbiasa cepet aja sih.. :-D),  untuk tipe microlock memiliki keunggulan berupa kepraktisan dan cepat dalam penggunaannya. Dikatakan aman, cukup aman lah untuk sehari-hari jadi masbro tidak perlu khawatir dengan tali pengikat helm ini, namun kuncian microlock tidak sekuat simpulan dari Double D-Ring dan tidak dapat dipergunakan untuk balapan masbro..

Bagaimana cara mengikat helm dengan tali Double D-Ring ? Berikut gambarnya..

DSC_0246

Masukan tali kedalam 2 ring yang ada sampai dirasa pas dibagian pangkal leher

DSC_0247

Lalu putar balik tali dan masukan ke tali kedalam ring bentuknya paling besar

DSC_0248

Setelah itu tarik tali sampai dirasa kencang namun tidak mencekik leher sehingga terbentuklah bentuk simpul pada ring

DSC_0249

DSC_0251

Sisa tali silahkan di satukan dengan tempat yang disediakan

DSC_0252

Untuk melepasnya tinggal lakukan langkah sebaliknya masbro, dan begitu tali sudah terlepas dari pengaitnya, tarik tali merah sehingga tali pengikat yang berada di ring menjadi lebih longgar

Impresi Pemakaian Helm

Untuk impresi pemakaian helm sendiri cukup memuaskan saya untuk helm yang memiliki range harga antara 1.8 – 2 juta rupiah. Helm ini memiliki saingan dari produsen helm Nolan dengan seri Nolan N63, HJC CL-ST dengan grafis Spartan X Lorenzo, Airoh seri full face dan modular serta helm produk dalam negeri sendiri yakni KYT dengan seri C5 Titanio nya. Helm AGV K3 ini sudah terlisensi oleh DOT namun belum terlisensi untuk Snell masbro (untuk tipe resmi helm AGV yang masuk ke Indonesia melalui PT Tarakusuma Indah sebagai produsen helm KYT, yang mengantongi terlisensi  SNI, menggunakan pengunci microlock).

Pada saat kondisi pemakaian sendiri, helm ini cukup hening dari suara terpaan angin ketika dipakai dalam kecepatan tinggi. Pihak AGV betul-betul bisa mengurangi suara terpaan angin sehingga saat dipacu dalam kecepatan tinggi pun helm masih cukup bersahabat dalam urusan noise nya. Dengan membawa motor dengan kecepatan 115 km/jam pun helm masih cukup tenang masbro.. Membantu rider untuk tetap berkonsentrasi terhadap jalan..

C360_2014-02-17-22-01-46-342

DSC_0256

Untuk urusan pendinginan, ventilasi dari helm benar-benar bisa diandalkan untuk mendingingkan kepala rider, jadi tidak hanya dipergunakan sebagai hiasan, di AGV K3, ventilasi benar-benar bisa dirasakan pembuangan hawa panas dapat berjalan dengan baik walaupun dalam kondisi berjalan pelan. Ventilasi sendiri terdiri dari 4 bagian, bagian dagu, bagian di atas kening, dan bagian belakang atas kepala dan bagian samping helm yang berguna untuk mengalirkan udara panas keluar dari helm.

Helm AGV K3 sendiri memiliki bobot yang cukup ringan sehingga tidak membebani kepala saat mempergunakannya. Dan helm sendiri sudah terdapat breath deflector atau penghalau nafas agar tidak terjadi penumpukan uap di visor helm saat udara dingin yang bisa dibongkar pasang masbro..

Bagi rider yang berkacamata, saya sendiri belum mencoba memakai helm ini sambil menggunakan kacamata karena saya menggunakan softlens ketika berkendara, namun dengan kondisi tidak memakai kacamata ini, saya rasa tetap bisa mengkombinasikan memakai helm ini dengan kacamata. Syaratnya asal frame kacamata memang di design lentur sehingga bisa mengikuti kontur kepala pemakai serta tidak menekan kepala saat dipergunakan bersama helm.

Helm AGV K3 sendiri memiliki beberapa kelemahan yang muncul ketika beberapa minggu ini saya mempergunakannya, yakni breath deflector atau penghalau nafas yang terkesan agak kurang rapat di satu sisi saat dipergunakan. Lalu di bagian chin guard atau penutup bagian dagu, pengikatnya sering terlepas sehingga saya harus merapikannya kembali. Saya tidak mengetahui kenapa chin guard ini sering sekali terlepas dari dudukannya, namun terkadang ini menjadi sedikit gangguan bagi saya. Selanjutnya adalah terdapat dot atau titik hitam pada bagian grafis yang berwarna mencolok, cukup sedikit mengganggu sih namun harus dimaklumi masbro karena masih buatan manusia pasti tidak luput dari ketidak sempurnaan masbro..

C360_2014-02-17-22-03-51-863

C360_2014-02-17-22-04-16-688

Last dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh helm entry level dari AGV ini, helm ini cukup direkomendasikan kepada teman-teman yang ingin melakukan upgrade helm dari helm nasional sebelum membeli helm high end series semacam Arai, Shoei, atau Suomy yang memiliki range harga 5 jutaan keatas. Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki saya rasa AGV K3 cocok buat seseorang yang menginginkan kombinasi gaya, keamanan, dan keekonomisan harga dari sebuah pelindung kepala.. Nah sedikit pesan dari saya kepada masbro-masbro sekalian, walaupun helm berharga mahal sekalipun, tetap tidak dapat menjamin keamanan dari rider sendiri, namun paling tidak kita berusaha untuk menjaga asset dari diri kita sebaik mungkin.. Sayangi diri mabro sekalian dan keluarga yang menunggu masbro sekalian dirumah.. Selalu taati kaidah safety riding yang baik dan jangan lupa untuk mengkoreksi cara berkendara dari masbro sekalian. Karena cara berkendara masbro sendiri yang menentukan apakah masbro sudah bisa menjaga diri atau tidak. Kalau cara berkendara masbro tidak aman, helm harga 10 juta pun tidak ada gunanya..

Semoga artikel ini bisa berguna untuk teman-teman semua..

donnyprabowo

C360_2014-02-17-22-03-31-321

C360_2014-02-17-22-03-12-090

C360_2014-02-17-22-02-59-989

DSC_0259

DSC_0256

C360_2014-02-15-08-10-24-538

C360_2014-02-15-08-08-58-479

C360_2014-02-15-08-08-22-970

C360_2014-02-15-08-07-50-546 C360_2014-02-15-08-07-02-979

C360_2014-02-15-08-10-46-074

C360_2014-02-15-08-02-44-558

Iklan

26 tanggapan untuk “Review Pemakaian dan Detail Helm AGV K3”

    1. Ah biasa aja kang, ini juga berkat dari motivasi kang taufik sebagai mentor.. Kang nanya2 masalah blog sama kang taufik boleh gak? Ada beberapa hal teknis yang saya mau tanya kalau kang taufik tidak keberatan.. Mau via BBM Channel gak tau bisa apa gak yaa.. Hehehehee.

  1. Sama V2R nyaman mana bro? Coz selama ini saya pakai V2R nyaman banget, bentuk daleman cocok sama kontur kepala. Dan begitu kemarin beli lagi Airoh Leox, eh malah sempit di bagian atas cambang. Gak cocok sama kontur kepala saya yang agak round mungkin, itu Airoh kayanya masuk ke oval -_-

    1. Untuk kain busa, saya akui V2R sangat halus, halus dari AGV ini masbro.. Dan tidak semenekan AGV ini saat dipakai sehingga terasa nyaman.. Namun secara bobot helm, AGV diatas KYT.. V2R tergolong berat masbro karena cangkangnya atau shell nya gede.. Kalo di pakai lama berasa enaknya AGV karena tidak terlalu membebani leher.. Kayanya dipakai aja sih agak seringan airoh nya masbro.. Soalnya semakin sering di pakai busa akam mengikuti kontur kepala.. Kalaupun gak bisa, coba ganti busanya mungkin 1 tingkat diatasnya masbro..

      1. Iya, emang bener sih ini kyt juga masih lebih nyaman dari airoh. Cuma aja agak berat kalau posisi nunduk, kalo kepala tegak gak masalah. Sedang airoh ini ringan banget, malah berasa gak make helm 😀

        Untuk sementara bagian lonjong yang di depan udah diganjel busa tambahan lumayan enak dikit dibanding sebelumnya 🙂

      2. Kadang memang sih gak semua helm itu pas dengan kita, soalnya bentuk kepala kita beda2 masbro.. Yaa kadang2 langkah modifikasi pun diperlukan, asal tidak merubah struktur keseluruhan dari helm..

    1. Online broo, nukar di kaskus.. Di banjar kdd yang bejual.. Di HRVRT di banjarbaru yang di jual Arai, Shoei.. Kalau Airoh kawa memesan di dealer resmi nya di Husqvarna bro..

  2. K3 saja sudah nyaman, bagaimana dengan C5 Titanio ya, dalemannya lebih nyaman C5 ‘katanya’, batok / shell juga unggul-an C5, makin kaga sabar pengen coba C5 dalam negeri tercintah

  3. Kang doni sy mw beli k3 gotic di tmpat sy kota tegal seharga 2.3 juta baru dri toko mahal g ikut ny untk hrg pasaran agv sekarang…

  4. Hi, i nak tanya..i baru beli helmet gv k3..i belom pakai lagi and baru test untuk menjelajah helmet ni..bile i try bukak span helmet tetiba dibawah helmet tu dah terkoyak/melapuh..adakah helmet saya tidak ori? Setelah i meng’google and sebagainya, helmet saya original..saya tidak berpuas hati sebab helmet tu saya belom lagi pakai tapi dah terkoyak..any response??

  5. Kang doni,mau tanya juga.. kalo di kyt saya biasa pake ukuran M, nah kalo saya mau beli agv k3 ini ukuran L. Itu bakal goyang2 ga kang di kepala?atau sama tetep ngepress kaya ukuran M di kyt?
    Mohon pencerahannya

    1. Memang kang tidak dipungkiri masing masing helm khususnya brand itu fittingnya berbeda, namun gak jauh kok kang. Selama ini saya memakai berbagai macam merk dari Arai, AGV, KYT, fittingnya mirip. Jadi kalo akang biasa pakai M, pakai M juga kang. Memang pertama akan terasa sesak. Namun lama kelamaan akan mengikuti kontur wajah akang juga. Tapi khusus beberapa brand semacam KBC, LS2, HJC juga kalo gak salah, itu harus 1 step diatas ukuran normal helm yang biasa kita pakai. Jadi bila kita pakai M, maka untuk brand tersebut pakai size 1 tingkat di atasnya. Semoga membantu.

  6. Om mau nanya ane punya hlm Agv jadi yang di Deket mulut di luar kan ada kaya tempat pernafasan gitu itu ilang namanya apa ya om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s